Lompat ke isi utama

Berita

Anggota Bawaslu Sumsel Nana Priana : Pengawasan itu ada dalam diri kita.

Dokumentasi.

Anggota Bawaslu Sumsel Nana Priana saat memberikan sambutan pada kegiatan Sosialisasi dan Penguatan Pengawasan Partisipatif dalam Penyelenggaraan Pemilu yang digelar Bawaslu RI bersama DPR RI di Hotel Salatin, Palembang, Sabtu (19/9/2026).

Palembang, Bawaslu Sumsel – Anggota Bawaslu Provinsi Sumatera Selatan, Nana Priana, menghadiri sekaligus membuka kegiatan Sosialisasi dan Penguatan Pengawasan Partisipatif dalam Penyelenggaraan Pemilu yang digelar Bawaslu RI bersama DPR RI di Hotel Salatin, Palembang, Sabtu (19/9/2026). 

Dalam sambutannya, Nana menegaskan bahwa pengawasan Pemilu bukan hanya tugas lembaga, melainkan tanggung jawab seluruh warga negara. Ia mengajak masyarakat untuk berani bersuara bila menemukan kejanggalan dalam proses demokrasi. 

“Pengawasan itu ada dalam diri kita. Kalau ada hal yang terasa janggal, jangan tunggu sampai selesai Pemilu baru muncul gugatan. Sejak awal kita harus ikut mengawasi,” ucapnya. 

Nana juga mengapresiasi kehadiran masyarakat Palembang yang mengikuti kegiatan tersebut. Menurutnya, forum ini menjadi ruang pencerahan agar partisipasi warga dalam Pemilu mendatang lebih bermakna. 

Ketua Bawaslu Kota Palembang, Khairil Anwar Simatupang, menambahkan bahwa kedaulatan demokrasi membutuhkan keterlibatan aktif seluruh komponen bangsa. Kehadiran akademisi, mahasiswa, organisasi kemasyarakatan, hingga relawan dinilai krusial untuk memastikan proses berjalan transparan dan sesuai aturan. 

“Pengawasan Pemilu adalah kerja kolektif kebangsaan. Sinergi antara Bawaslu dan masyarakat menjadi kunci menjaga kemurnian suara rakyat,” tuturnya. 

Acara ini juga menghadirkan Anggota DPR RI Komisi II, H. Giri Ramanda Nazaputra Kiemas, S.E., M.M., sebagai pemateri. Ia menekankan perlunya memperkuat regulasi agar Bawaslu memiliki kewenangan lebih luas dalam mengawasi jalannya Pemilu. 

“Ke depan, Undang-Undang Pemilu harus makin kuat. Dengan begitu, prinsip jujur, adil, dan asas Luber bisa benar-benar terwujud,” kata Giri. 

Selain jajaran Bawaslu Kota Palembang, kegiatan ini diikuti sekitar 100 peserta dari berbagai kalangan, mulai dari tokoh masyarakat, organisasi kepemudaan, tokoh agama, pemilih pemula, hingga tokoh perempuan. 

Melalui sosialisasi ini, Bawaslu menegaskan komitmennya untuk terus mendorong keterlibatan publik dalam menjaga integritas Pemilu. Kolaborasi antara lembaga pengawas dan masyarakat diyakini menjadi fondasi agar pesta demokrasi berlangsung transparan, jujur, dan adil.

Humas Bawaslu