Bawaslu Kabupaten Muratara Melaksanakan Kegaiatan Pendidikan Pengawas Partisipatif (P2P) Tahun 2026
|
Bawaslu Muratara - Penyelenggaraan pemilihan umum yang berkualitas sangat diperlukan sebagai sarana mewujudkan kedaulatan rakyat dalam pemerintahan negara yang demokratis berdasarkan Pancasila dan UUD 1945. Maka dari itu, Bawaslu sebagai salah satu komponen penyelenggara pemilu selain mempunyai integritas, kapabilitas dan akuntabilitas juga dituntut untuk semakin profesional.
Salah satu tugas pengawasan dilakukan melalui pelibatan partisipasi masyarakat dalam proses Pemilu. Hal ini sangat diperlukan untuk meredam adanya apatisme politik masyarakat terutama dalam pemilu. Oleh karena itu, diperlukan adanya sinergi antara Bawaslu dengan masyarakat dalam pengawasan (pengawasan partisipatif).
Bawaslu Kabupaten Muratara melaksanakan kegiatan Pendidikan Pengawas Partisipatif (P2P) tahun 2026 dengan tema "Berfungsi dan Bergerak Untuk Pemilu dan Pemilihan tahun 2029 yang Bermartabat", Kegaiatan di laksanakan di Kantor Sekretariat Bawaslu Kabupaten Muratara, Kamis 11 Juni 2026. Acara di Buka secara resmi oleh ketua Bawaslu Kabupaten Muratara Hairul Alamsyah dan di dampingi oleh anggota Bawaslu Kabupaten Muratara Farlin Addian dan Vita Novalia Arifin, dalam kegiatan ini Juga Hadir Anggota Bawaslu provinsi Sumatera Selatan Ardiyanto Koordinator Divisi Sumber Daya Manusia, Organisasi, Pendidikan dan Pelatihan.
Kegiatan ini di ikuti oleh 20 Peserta Pendidikan pengawas Partisipatif (P2P) yang semua berasal dari Kabupaten Muratara, Program Pendidikan Pengawas Partisipatif (P2P) dari Bawaslu bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan partisipasi aktif masyarakat dalam mengawasi pelaksanaan pemilu. Inisiatif ini memberdayakan publik agar turut serta mengawal jalannya demokrasi yang bersih dan berintegritas.
Dalam arahannya Hairul Alamsyah memberi motopasi kepada seluruh peserta Pendidikan Pengawas Partisipatif untuk melekk terhadap demokrasi yang terjadi jangan hanya jadi penonton jangan hanya sampai jadi pengawas pertisipatif ini saja, mari tekatkan dalam diri kita untuk menjadi diri yang lebi lagi, sekarang jadi pengawas Partisipatif siapa tau besok jadi Pimpinan Bawaslu Kabupaten Muratara. Ujar Hairul Alamsyah.
" Saya ingatkan kepada sahabat Pengawas Partisipatif untuk melekk terhadap demokrasi yang terjadi saat ini, jangan hanya jadi penonton jangan hanya sampai jadi pengawas pertisipatif ini saja, mari tekatkan dalam diri kita untuk menjadi diri yang lebi lagi, sekarang jadi pengawas Partisipatif siapa tau besok jadi Pimpinan Bawaslu Kabupaten Muratara, jadikan kegaiatan ini sebagai wadah untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas diri sahabat semua agar nantinya proses yang sahabat jalankan memberikan hasil yang terbaik Ujar Hairul Alamsyah.
Dalam rangka melakukan pengembangan kader yang sudah dididik dan latih melalui SKPP dan P2P di tengah efisiensi anggaran, maka pada tahun 2026 ini Bawaslu menyelenggarakan P2P dengan tema berfungsi dan bergerak untuk Pemilu 2029 yang bermartabat secara tatap muka. Harapannya, setelah selesai mengikuti Pendidikan Pengawas Partisipatif (P2P) ini, kader yang terlatih dapat semakin memperkuat fungsinya melakukan edukasi, pengembangan jaringan, ini pemberdayaan komunitas, serta menumbuhkembangkan demokrasi di tingkat lokal sehingga mampu memperkuat jejaring kolaborasi lintas isu, lintas organisasi, dalam melakukan pengawasan partisipatif Pemilu tahun 2029.
Penulis : Humas Bawaslu Muratara
Fhoto : Tim Humas Bawaslu Muratara