Kolaborasi Antara Bawaslu dan Masyarakat Dorong Inovasi Pengawasan Partisipatif Pemilu 2029
|
Palembang, Bawaslu Sumsel – Plt. Ketua Bawaslu Provinsi Sumatera Selatan, Ahmad Naafi, menghadiri kegiatan sosialisasi dan penguatan pengawasan partisipatif yang digelar Bawaslu RI di Tamken Resto & Café, Palembang, Rabu (5/8/2026). Acara ini menjadi bagian dari persiapan menuju tahapan Pemilu 2029 yang akan segera dimulai.
Dalam sambutannya, Naafi menegaskan pentingnya kolaborasi antara Bawaslu dan masyarakat untuk memastikan pemilu berjalan jujur, adil, serta sesuai amanat konstitusi. “Kita semua punya tanggung jawab bersama. Pengawasan tidak bisa hanya dilakukan oleh Bawaslu, tapi harus melibatkan masyarakat agar pemilu benar-benar demokratis,” ujarnya.
Ia juga menyinggung keterbatasan yang dihadapi jajaran pengawas di lapangan. Menurutnya, kondisi tersebut justru menjadi alasan kuat perlunya pengawasan partisipatif. Program ini telah berjalan di 17 kabupaten/kota di Sumatera Selatan sejak Juni lalu, termasuk Palembang, melalui rekrutmen pengawas partisipatif di tingkat lokal.
Naafi menjelaskan, tujuan jangka pendek dari program ini adalah membekali peserta dengan kecakapan konseptual dan teknis agar mampu menggerakkan komunitas dalam pengawasan. Sedangkan tujuan jangka panjangnya, diharapkan menjadi model berkelanjutan untuk pemilu mendatang. “Kita ingin ada inovasi. Ke depan, pengawasan tidak hanya tatap muka, tapi juga berbasis digital, menyesuaikan dengan karakter pemilih muda yang kini mendominasi,” tuturnya.
Ia mengingatkan bahwa tahapan Pemilu 2029 akan dimulai kurang dari dua tahun lagi, sesuai amanat Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017. Dengan tagline “Cegah, Awasi, Tindak”, Naafi menekankan pentingnya mencegah pelanggaran seperti politik uang maupun tindak pidana kampanye. “Siapa pun yang terlibat dalam pengawasan partisipatif adalah bagian dari keluarga besar Bawaslu,” katanya.
Kegiatan ini turut dihadiri Anggota DPR RI Komisi II Ir. H. Ishak Mekki, Ketua Bawaslu Kota Palembang, serta perwakilan mahasiswa, tokoh masyarakat, tokoh agama, dan LSM. Kehadiran berbagai elemen masyarakat menunjukkan komitmen bersama dalam mengawal demokrasi di Sumatera Selatan.
Humas Bawaslu