Lompat ke isi utama

Berita

Ikuti Orientasi PPPK Secara Daring Staf Bawaslu Kabupaten Muratara di Harapkan Perkuat Itegritas ASN.

Dokumentasi.

4 Orang Staf Bawaslu Kabupaten Muratara Mengikuti Penyelenggaraan Orientasi Pegawai Pemerintah dengan Perjanian Kerja (PPPK), Kegiatan dila sanakan Pada tanggal 22 Juli - 26 Agustus 2026 terbagi menjadi 4 Room, Kegiatan ini dilaksanakan melalui Aplikasi Zoom Meeting.

Bawaslu Muratara - 4 Orang Staf Bawaslu Kabupaten Muratara Mengikuti Penyelenggaraan Orientasi Pegawai Pemerintah dengan Perjanian Kerja (PPPK), Kegiatan dila sanakan Pada tanggal 22 Juli - 26 Agustus 2026 terbagi menjadi 4 Room, Kegiatan ini dilaksanakan melalui Aplikasi Zoom Meeting.

Koordinator Divisi Sumber Daya Manusia, Organisasi, Pendidikan dan Pelatihan Bawaslu Sumsel, Ardiyanto, menjelaskan arah kebijakan penyelenggaraan orientasi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) kepada peserta peserta orientasi PPPK Tahun 2026 secara daring pada Rabu (29/7/2026). Ia mengatakan,  pelatihan ini difokuskan pada pengenalan nilai dan etika pada instansi pemerintah, khususnya di Bawaslu.

“Langkah strategis ini dilakukan sebagai bentuk komitmen Bawaslu dalam mewujudkan Aparatur Sipil Negara (ASN) yang profesional, akuntabel, dan berintegritas,” kata Ardiyanto.

Ardiyanto menegaskan bahwa PPPK  Bawaslu merupakan unsur stategis dalam roda pemerintahan dan pengawasan  pemilu. Oleh karena itu, pembekalan berupa orientasi sistematis dan terstuktur menjadi kebutuhan mutlak bagi pegawai yang baru diangkat sebelum menjalankan tugas jabatan secara penuh.

Dokumentasi

“Orientasi ini dirancang bukan hanya sekedar pemenuhan administrasi, melainkan instrumen pembentukan karakter pegawaigara selaras dengan nilai dasar ASN BerAKHLAK serta nilai kelembagaan Bawaslu,” tambah Ardiyanto.

Terakhir, Ardiyanto meminta agar seluruh peserta dapat mengikuti rangkaian orientasi ini dengan sungguh-sunggh demi optimalnya kinerja pengawasan pemilu kedepan.

Disisi lain Kepala Sekretariat Bawaslu Sumsel, Anderson, mengatakan kegiatan orientasi ini merupakan agenda wajib yang hanya dilaksanakan satu kali selama masa jabatan PPPK. Hal tersebut merupakan landasan untuk membangun Aparatur Sipil Negara (ASN) yang profesional, berintegritas, dan berdedikasi.

“Orientasi PPPK Bawaslu 2026 dirancang dengan total beban belajar sebesar 50 jam pelajaran (JP) melalui dua metode pembelajaran, yaitu Blended Learning dan Distanced Learning,” kata Anderson. 

Anderson mengatakan Bawaslu Sumsel menggunakan metode Distanced Learning, beban belajar terbagi seimbang antara 25 JP Synchronous (Zoom Meeting) dan 25 JP Asynchronous (LMS). 

Terakhir, ia mengingatkan terkait tata tertib dan sistem evaluasi yang ketat. “Berdasarkan kriteria kelulusan peserta yang mana evaluasi akademik memiliki bobot nilai 60%; sikap, etika dan perilaku sebesar 20%, dan kehadiran sebesar 20%, diharapkan agar seluruh peserta dapat memenuhi syarat kelulusan,” tutupnya.

Humas Bawaslu Muratara