Lompat ke isi utama

Berita

Vita Novalia Arifin Tekankan Jangan Jadikan kegiatan Pendidikan Pengawas Partisipatif (P2P) tahun 2026 Ini Hanya Kegiatan Seremonial.

Dokumentasi.

Anggota Bawaslu Kabupaten Muratara Vita Novalia Arifin Memaparkan pada saat Kegaiatan pendidikan pengawas partisipatif (P2P) tahun 2026 dengan tema Berfungsi dan Bergerak Untuk Pemilu dan Pemilihan tahun 2029 yang Bermartabat, di Kantor Sekretariat Bawaslu Kabupaten Muratara, Kamis 11 Juni 2026.

Bawaslu Muratara - Anggota Bawaslu Kabupaten Muratara Vita Novalia Arifin Memaparkan pada saat Kegaiatan pendidikan pengawas partisipatif (P2P) tahun 2026 dengan tema Berfungsi dan Bergerak Untuk Pemilu dan Pemilihan tahun 2029 yang Bermartabat, di Kantor Sekretariat Bawaslu Kabupaten Muratara, Kamis 11 Juni 2026.

Dalam sistem Pendidikan Pengawas Partisipatif (P2P) ini disiapkan kurikulum pendidikan dan pelatihan yang didalamnya terdapat alur proses dan alur materi sekaligus metode yang akan dipergunakan selama pendidikan dan pelatihan tersebut berlangsung yang tentunya disesuaikan berdasarkan analisa kebutuhan dari Bawaslu, tidak hanya pemahaman kognitif, tetapi juga kecakapan teknis dan analisa kritis. 

Dalam pemaparannya, Vita Novalia Arifin Selaku Koordinator Divisi Hukum Pencegahan Partisipasi Masyarakat dan Hubungan Masyarakt (HP2H) Bawaslu Kabupaten Muratara Mengatakan  Kami Ingin peserta mengerti kader adalah sosok yang harus terus bergerak dan menciptakan perubahan. Karena itu, kader pengawas partisipatif tidak boleh berhenti pada proses belajar, Sahabat semua harus ikut mengawasi juga, karena sahabat semua harus peduli dengan demokrasi yang terjadi pada saat ini. Ujar Vita Novalia Arifin

 

“Kalau sudah menjadi kader, jangan sampai selesai kegiatan ini sahabat semua hanya diam melihat pelanggaran yang terjadi, jadi kami harap kegaitan P2P ini mampu merubah para dikma di tengah Masyarakat tentang politik uang, Kader itu diciptakan untuk bergerak. Membuat komunitas, membangun diskusi, mengedukasi masyarakat, itu semua bagian dari gerakan,” Ujar Vita Novalia Arifin Pada saat pemaparan Materi.

Vita Novalia Arifin mengapresiasi berbagai gagasan yang muncul dalam diskusi tersebut. Menurutnya, ide-ide sederhana yang lahir dari peserta dapat menjadi awal terbentuknya gerakan pengawasan partisipatif yang lebih luas. Ia menilai masih banyak ruang di masyarakat yang belum sepenuhnya tersentuh oleh edukasi kepemiluan dan dapat diisi oleh kader Pengawas Partisipatif.

Vita Novalia Arifin menekankan bahwa kegiatan P2P bukanlah akhir dari proses pembelajaran, melainkan awal dari kolaborasi antara kader dan Bawaslu. 

“Saya berharap semangat ini terus dijaga. Jangan berhenti setelah pelatihan selesai. Bangun komunikasi, ciptakan ruang diskusi, dan jadilah bagian dari gerakan yang menjaga demokrasi di Kabupaten Bone,” tutupnya.